sedang malas
sedang tak ingin melakukan pergerakan
sedang ingin terdiam
merenungi akan jadi apa aku kelak
tak semua di diriku harus tentang dirimu
tapi hatiku tak setuju dengan pikiranku
selalu, selalu, dan selalu
inspirasiku datang karenamu
selayaknya cahaya yang menerangiku dikala gelap
namun tak sekali dua kali jua kau meredupkanku perlahan
bimbang aku dipermainkannya
mohon usaikanlah penderitaan ini
kurasa ku tak mampu ku tak sanggup ku tak kuat
apa yang lebih membuatku sakit,
selain mendapati galau yang tak henti
kau yang menghidupkan mematikan lalu menghidupkan lagi
selayaknya lilin yg bisa sesuka hatimu kau tiup lalu kau nyalakan kembali
tak pernahkah kau sadar dengan lilin ini?
perlahan dia akan habis leleh dengan kejengahan bertahannya?
itu pasti darlaa..
tapi ku bukan lilin biasa,
ku serupa lentera
yang akan setia memancarkan cahayanya untukmu sampai tapal waktu batas dayaku
pandanglah mataku,
kau akan temukan dirimu disana
bukan hanya kalimat i love you
namun seutuhnya aku kan tetap milikmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar