![]() |
| Add caption |
Priamalam,
tatkala hati ini miris menyaksikanmu bagai ironi yang dipermainkan kalam kudusNya.
......Hai Priapagi,
hati ini terlebih perih menyaksikanmu hilang ditelan murkanya sang surya.
Dan untukmu,
......Priaku, rengkuhlah bahagiamu, namun jangan biarkan kisah kita berlalu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar